Amnesty International Ungkap Dosa Kendaraan Listrik

24 March 2019 by
Amnesty International Ungkap Dosa Kendaraan Listrik

Pemahaman umum soal kendaraan listrik yaitu ramah lingkungan, itu sebabnya produksi otomotif global berani menanamkan investasi sangat besar untuk pengembangannya. Walau begitu menurut kacamata organisasi pembela Hak Asasi Manusia, Amnesty International, kendaraan listrik tidak sepenuhnya 'bersih'.

Komponen paling krusial pada kendaraan listrik, baterai lithium-ion, ternyata diklaim organisasi non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) itu berkaitan dengan pelanggaran HAM termasuk mempekerjakan anak kecil.

Organisasi yang berbasis di London itu mengungkap, ekstraksi mineral yang digunakan di baterai lithium-ion, cobalt, berhubungan dengan pelanggaran HAM di Democratic Republic of Congo (DRC).

DRC dikatakan negara yang punya lebih dari setengah cadangan cobalt di seluruh dunia. Hasil investigasi pada 2016 menemukan anak kecil dan orang dewasa bekerja di selatan DRC sebagai penambang cobalt dengan tangan yang berisiko pada kesehatan.

Selain di DRC, Amnesty International juga kini sedang mencari pelanggaran HAM pada warga yang tinggal dekat tambang lithium di Argentina. Proyek pertambangan ini dikatakan banyak dilakukan di tanah masyarakat pedalaman tanpa persetujuan dan informasi lengkap tentang dampak buruk pada sumber air.

"Dengan permintaan baterai yang besar, sekarang saatnya untuk perubahan drastis pada sumber energi kita yang memprioritaskan perlindungan HAM dan lingkungan," kata Kumi Naidoo, Sekretaris Jendral Amnesty International.

Masalah lain yang juga dikemukakan yaitu proses manufaktur baterai yang saat ini terkonsentrasi di China, Korea Selatan, dan Jepang. Di ketiga negara itu disebut sebagian besar listrik dihasilkan dari batu bara dan sumber polutan lainnya.

Selain itu Amnesty International mengindikasikan ada upaya menambang mineral seperti cobalt, manganese, dan lithium, di bawah laut. Hal itu disebut ancaman serius pada lingkungan.

Terakhir Amnesty International menginginkan masalah pembuangan baterai ditanggapi serius. Menurut mereka bukti menunjukkan limbah baterai dari barang elektronik telah dibuang tanpa tanggung jawab ke tanah, air, dan udara.

Berita Terkait

Tonton video review All New Ertiga Sport:

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

174 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Iggoh_ Kirrana 26 June 2019 | 14:55:21

wah mobil aja punya dosa ya apalagi manusia

Davit Davit 26 June 2019 | 10:22:39

ada masalah juga ya pada mobil listrik

Abu Maulana 08 June 2019 | 18:03:25

masalah yang gak ada hubungannya dg pengembangan mobil listrik

Sayasendiri Dan 26 May 2019 | 04:22:36

kok bisa mobil listrik dosa emang apa salahnya

Suwar No 25 May 2019 | 23:00:41

terima kasih infonya semoga q dapat poinnya

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top